Ketika Tulang Rusuk Menjadi Tulang Punggung

Diskusikan juga bagaimana Anda membagi hal-hal seputar keuangan keluarga, seperti membayar iuran. Apakah akan berdasarkan jumlah pengeluaran, atau persentase kontribusi pendapatan, atau pertimbangan lainnya. Masing–masing keluarga memiliki kebutuhannya sendiri, yang biasanya semakin banyak. Misalnya untuk biaya pendidikan anak, biaya pengobatan ketika salah satu anggota keluarga sakit, gaji pekerja rumah tangga atau babysitter, biaya rekreasi bersama keluarga saat akhir pekan, dan masih banyak lagi. Semua biaya tersebut sering kali tak cukup jika hanya mengandalkan penghasilan suami saja. Laki-laki memang seharusnya menjadi pencari nafkah utama bagi anak-anak dan isterinya.

Cara untuk menjadi tulang punggung keluarga

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas kepolisian ditemukan 1 paket sabu, ponsel, motor dan uang sebesar Rp 1,6 juta. Di mana sabu itu rencananya akan dijual dengan harga Rp 2,8 juta. Dia sudah melakukan semua hal yang bisa dia lakukan dengan cara yang halal seperti bekerja di kantor, jadi MC, terkadang ikut photoshoot, mengajar menari, jadi SPG, bahkan dirinya pun pernah menjadi joki skripsi.

Suami saya sudah tidak bekerja sejak 2010, mau tidak mau, suka tidak suka, saya yang harus menutup kebutuhan keluarga,” ujarnya. Menteri Bintang menuturkan potensi perempuan dalam pembangunan nasional sebenarnya sangat besar jika dimanfaatkan secara maksimal. “Hal ini hanya dapat tercapai apabila kita semua bekerja bersama-sama demi menuju perempuan Indonesia yang berdaya. Kemen PPPA tentu akan terus mendorong pengusaha perempuan untuk berjejaring sehingga dapat saling membantu bisnis satu sama lain. Di awal masa pandemi Covid-19, yaitu tanggal 22 April 2020, Kemen PPPA telah melakukan survei kepada 2.073 pelaku industri rumahan dari forty five kabupaten/kota.

Film ‘Angin di Lautan’, disutradarai oleh Baskara, Iga Massardi dan Asteriska bersama dengan Naya Anindita. Angin di Lautan menceritakan kisah tentang seorang remaja bernama Guntur yang harus melakukan tanggung jawabnya mengikuti tradisi sebagai Pria Bajo untuk berlayar menjadi tulang punggung keluarga. Memastikan anak-anaknya siap menerima pelajaran di sekolah merupakan hal utama yang harus dilakukannya sebelum bergegas mencari nafkah.

SESUNGGUHNYA nafkah memang merupakan kewajiban suami atau ayah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun sang istri kaya atau miskin. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Mawardi dalam kitab al-Hawi ak-Kabir fi Fiqh Madzhab al-Imam al-Syafi’i. Karena itu ketika seorang istri atau anak perempuan menjadi tulang punggung bagi keluarga, hal tersebut terhitung sebagai pahala yang mengalir untuknya. Lazimnya, kaum laki-laki mengambil peran untuk mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi nahkoda rumah tangga, bahkan harus siap menjadi tameng pelindung. Adapun kaum perempuan berperan sebagai ibu rumah tangga, tugasnya mengurus anak hingga segala keperluan di rumah.